LABORATORIUM KEWIRAUSAHAAN UIN SUSKA RIAU SUKSES GELAR PELATIHAN INOVATIF TEMPE KACANG HIJAU, DORONG JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA

Pekanbaru, 08 November 2025 – Laboratorium Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UIN Sultan Syarif Kasim Riau berhasil menyelenggarakan pelatihan pembuatan tempe kacang hijau yang berlangsung selama tiga hari pada 10-12 Oktober 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 25 mahasiswa ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan melalui pengembangan produk pangan inovatif berbasis bahan lokal. Dengan mengusung konsep pembelajaran praktis yang komprehensif, pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis produksi, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan manajemen usaha, analisis biaya, penetapan harga, hingga strategi pemasaran digital yang aplikatif untuk mendukung terciptanya wirausahawan muda yang mandiri dan inovatif.

Hasil pelatihan menunjukkan capaian yang sangat memuaskan, di mana 92,9% peserta berhasil menguasai keterampilan pembuatan tempe kacang hijau dengan kualitas baik dan 89,3% memahami aspek manajemen usaha. Yang lebih menggembirakan, sebanyak 42,9% peserta atau 12 mahasiswa menyatakan berkomitmen memulai usaha tempe kacang hijau dalam 1-3 bulan ke depan dengan membentuk 4 kelompok usaha yang akan mendapat pendampingan lanjutan. Tingkat kepuasan peserta mencapai 91,6% dengan skor rata-rata 4,58 dari skala 5, menunjukkan apresiasi tinggi terhadap kualitas penyelenggaraan kegiatan yang melampaui target kepuasan minimal 85%. Keberhasilan ini menandai langkah strategis Laboratorium dalam mencetak calon entrepreneur yang tidak hanya berbekal teori, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat langsung diaplikasikan.

Pemilihan tempe kacang hijau sebagai produk pelatihan didasarkan pada analisis pasar yang matang dan potensi bisnis yang menjanjikan. Berdasarkan riset tim Laboratorium pada September 2025, tempe kacang hijau memiliki margin keuntungan 35-40%, jauh lebih tinggi dibandingkan tempe kedelai konvensional yang hanya berkisar 20-25%. Dengan harga jual Rp 15.000-20.000 per 500 gram dan proyeksi keuntungan bersih mencapai Rp 1.200.000 per bulan untuk penjualan 200 bungkus, produk ini sangat ideal sebagai usaha rintisan mahasiswa. Dari sisi nutrisi, kacang hijau menawarkan keunggulan dengan kandungan pada 100 gram kacang hijau sekitar protein 7 gram,  serat 7 gram,  indeks glikemik rendah (25-28), serta kaya vitamin B kompleks dan mineral, menjadikannya pilihan sempurna bagi konsumen yang peduli kesehatan, vegetarian, dan penderita diabetes. Fakta bahwa tempe kacang hijau baru menempati kurang dari 2% dari total produksi tempe nasional sebesar 2,8 juta ton per tahun menunjukkan peluang pasar yang masih terbuka lebar dengan nilai ekonomi potensial yang sangat besar.

Insight menarik yang diperoleh dari kegiatan ini adalah transformasi signifikan dalam minat dan motivasi berwirausaha peserta. Survei pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata 48,2% di semua indikator kewirausahaan setelah mengikuti pelatihan. Kreativitas peserta juga berkembang pesat, terbukti dari berbagai ide inovasi yang muncul seperti tempe kacang hijau dengan tambahan rempah, produk turunan seperti keripik dan nugget tempe, hingga konsep tempe organik premium. Kepala Laboratorium Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis, Pivit Septiary Chandra, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan pendampingan yang terstruktur, mahasiswa tidak hanya mampu mempelajari keterampilan baru tetapi juga termotivasi untuk mengimplementasikannya dalam bentuk usaha nyata. Data menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti pelatihan kewirausahaan memiliki tingkat keberhasilan usaha 45% lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengikuti pelatihan, menegaskan pentingnya program seperti ini dalam ekosistem kewirausahaan kampus. (Pivit)

Penulis : Pivit
Editor : Mr (Humas FEIS)
Foto : Pivit
Pekanbaru, 08 November 2025

Kontak Media :
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
UIN Suska Riau
Instagram :
@feis_uinsuskariau

 

About meirwin win