
Jakarta, 15 Januari 2026 – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti MS, S.E., M.Si., Ak., bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS), Dr. Desrir Miftah, S.E., M.M., Ak., menghadiri Taklimat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/01).
Kegiatan strategis ini menghimpun pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta rektor perguruan tinggi umum se-Indonesia untuk menyelaraskan visi pendidikan tinggi dengan agenda pembangunan nasional.
Tantangan Geopolitik dan Peran Brain Country Dalam arahannya yang berlangsung selama tiga jam, Presiden Prabowo Subianto membedah dinamika geopolitik global. Presiden menegaskan bahwa peta hubungan internasional saat ini tidak lagi didominasi oleh ideologi tertentu, melainkan oleh pendekatan realis untuk mengamankan kepentingan nasional, terutama di sektor ekonomi dan keamanan.
Presiden menekankan pentingnya Indonesia bertransformasi menjadi “Brain Country”—bangsa yang cerdas dalam membaca, memahami, dan merespons pergeseran kekuasaan dunia. Beliau mengingatkan agar akademisi tidak hanya terjebak dalam rutinitas administrasi.
“Jangan asyik mengajar dan meneliti, tetapi tidak mempertimbangkan konteks dan peta geopolitik global,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para cendekiawan.
Efisiensi Anggaran dan Manfaat untuk Kampus di akhir taklimat, Presiden mengungkapkan bahwa langkah tegas pemerintah dalam menutup kebocoran anggaran selama satu tahun terakhir telah menghasilkan efisiensi sebesar Rp190 triliun. Dana tersebut kini dialokasikan untuk program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan infrastruktur pendidikan. Presiden menjanjikan bahwa institusi pendidikan akan menjadi salah satu pihak yang merasakan manfaat dari dana efisiensi tersebut.

Komitmen UIN Suska Riau Menanggapi arahan tersebut, Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menyatakan bahwa paparan Presiden memberikan perspektif baru bagi PTKIN untuk lebih responsif terhadap tantangan global.
“Taklimat ini menjadi pengingat bagi kami di UIN Suska Riau untuk memperkuat tridarma perguruan tinggi agar lebih kontributif. Kami siap bertransformasi menjadi institusi yang melahirkan SDM unggul yang melek geopolitik dan berdaulat secara intelektual,” ujar Prof. Leny.

Senada dengan Rektor, Dekan FEIS UIN Suska Riau, Dr. Desrir Miftah, S.E., M.M., Ak., menyoroti relevansi pesan Presiden dengan bidang ekonomi dan sosial.
“Instruksi Presiden mengenai pendekatan realis dalam ekonomi global sangat relevan dengan fokus pengembangan di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Kami berkomitmen untuk menyelaraskan kurikulum dan riset agar mahasiswa kami memiliki daya saing global. Ke depan, FEIS akan mendorong kajian-kajian strategis yang mampu memberikan solusi nyata terhadap isu ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global,” ungkap Dr. Desrir.
Kehadiran pimpinan UIN Suska Riau dalam pertemuan ini menegaskan posisi universitas sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, cerdas, dan berpengaruh di kancah internasional.
Penulis : Mr
Editor : Humas FEIS
Foto : Setkab RI – Istimewa
Jakarta, 15 Januari 2026
Kontak Media :
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
UIN Suska Riau
Email : fekonsos@uin-suska.ac.id
Instagram :
@feis_uinsuskariau
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial FEIS